8 Des 2015

Australia Ingin Tak Bergantung Tambang

SYDNEY, SENIN — Australia akan memperkenalkan visa pengusaha dan keringanan pajak bagi usaha-usaha baru yang berbasis ide atau teknologi. Langkah itu dilakukan Pemerintah Australia, Senin (7/12), dalam upaya untuk membuat ekonomi Australia tidak lagi bergantung pada pertambangan.

Oleh karena itu, Pemerintah Australia meluncurkan dana sebesar 1,1 miliar dollar Australia guna memuluskan agenda inovasi yang berlangsung selama empat tahun. Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan, Australia perlu mengembangkan ekonomi yang dinamis di abad ke-21 yang didukung kreativitas. "Ini semua mengenai ide-ide," ujar Turnbull kepada wartawan di Canberra, ibu kota Australia.

"Tidak seperti booming dunia pertambangan, booming ide-ide akan terus berlanjut selamanya. Batasnya hanya imajinasi kita," tutur Turnbull, mantan pebisnis yang menjadi perdana menteri pada September lalu setelah mengalahkan Tony Abbott dalam pemungutan suara internal Partai Liberal.

Australia selama 20 tahun terakhir menikmati pertumbuhan ekonomi berkat pertambangan. Namun, belum pernah terjadi sebelumnya, booming investasi pertambangan kini mulai pudar. Harga komoditas pertambangan anjlok sehingga pendapatan pemerintah merosot tajam.

Turnbull mengatakan, inovasi merupakan hal yang sangat penting pada masa depan. Namun, Australia tertinggal dalam hal ide-ide komersial.

Secara konsisten, negara itu berada di peringkat kedua terakhir atau paling akhir di antara negara-negara OECD dalam hal kerja sama riset dan bisnis. Menurut Turnbull, hal itu berarti perubahan budaya yang besar sangat diperlukan bagi Australia guna membalikkan keadaan.

"Hasrat kita untuk berani mengambil risiko lebih rendah dibandingkan negara-negara lain, yang artinya usaha-usaha yang baru dimulai dan bisnis tahap awal sering gagal untuk menarik modal guna tumbuh menjadi besar," kata Turnbull.

Untuk membenahi persoalan ini, Pemerintah Australia memberikan keringanan pajak bagi investor yang baru memulai usahanya. Para pengusaha ini mendapatkan keringanan pajak sekitar 20 persen berdasarkan besaran investasi.

Menteri Keuangan Australia Scott Morrison mengatakan, hukum kepailitan yang saat ini fokus pada pemberian hukuman dan stigma pada kegagalan bisnis juga akan direformasi. "Kami paham, kadang-kadang pengusaha bisa gagal beberapa kali sebelum akhirnya sukses, dan mereka akan belajar dari kegagalannya," kata Morrison. (AFP/LOK)


---
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Desember 2015, di halaman 10 dengan judul "Australia Ingin Tak Bergantung Tambang".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar