14 Des 2015

Potensi Bisnis Indonesia dan Vietnam Digarap

HANOI, KOMPAS 14/12 Page 18 — Kerja sama bisnis setelah Pameran Dagang Indonesia dan Bisnis Forum di Hanoi, Vietnam, yang ditutup Sabtu (13/12) mulai dilakukan. Dengan kerja sama yang berlangsung baik, potensi kerja sama bernilai 1,8 juta dollar AS pada 2016 bisa terus digarap.

Hingga hari terakhir pameran, terjadi penjualan ritel dari sektor usaha kecil-menengah, seperti batik dan perhiasan, senilai 10.322 dollar AS. Adapun pembelian makanan ringan 11.310 dollar AS dan potensi kerja sama 684.200 dollar AS.

Minister Counsellor Kedutaan Besar RI di Hanoi, Sadikin mengatakan, produk perikanan mendapatkan kerja sama distribusi pemasaran di Vietnam, seperti salmon asap, bandeng duri lunak, dan kepiting. Produk lain yang juga mendapatkan kerja sama distribusi pemasaran adalah pangan olahan, seperti saus tomat, minuman, permen, dan produk farmasi.

”Ini masih kerja sama awal. Belum semua perusahaan melaporkan hasilnya. Kami akan terus membantu perusahaan yang belum menemukan mitra,” kata Sadikin, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Aufrida Wismi Warastri, dari Hanoi.

Pameran itu diikuti seratus perusahaan dari Indonesia, termasuk usaha kecil-menengah (UKM). Sekitar 100 perusahaan Vietnam juga hadir.

Kegiatan ini merupakan pameran dagang dan forum bisnis pertama yang digelar Kementerian Luar Negeri di kawasan ASEAN.

Direktur Jenderal Departemen Asia-Pasifik Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam Le Hoang Oanh mengatakan, kerja sama dengan Vietnam akan membuka perdagangan, tidak hanya di Vietnam, tetapi juga di Asia Selatan, China, Asia Timur, dan Asia Tenggara. Saat ini Indonesia memiliki 46 proyek investasi di Vietnam dengan nilai investasi sebesar 400 juta dollar AS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar